1. Nama : Yulian Istiqomah, .S.Pd.
2. Unit Kerja: MTs Negeri 2 Bantul
3. Jabatan: Ahli Pertama Guru Bahasa Indonesia
1. Karya Inovasi
Inovasi yang telah dilaksanakan di madrasah ada 3, akan tetapi yang sudah dibuat artikel ada satu yakni tentang Teknik Pengayaan TUPO NIKAH. Adapun Linknya adalah sebagai berikut.
https://bit.ly/ArtikelTeknikPengayaanTUPONIKAH
2. Karya Lagu
Mars MTsN 2 Bantul
Mars MTsN 2 Bantul ini awalnya diciptakan sebelum lomba paduan suara dalam rangka AKSIOMA Madrasah. Lirik diciptakan oleh Heni Sulsityaningsih dan Yulian Istiqomah, dengan Arransement musik oleh Heni Sulistyaningsih. Akan tetapi seiring berjalannya waktu terjadi perubahan nama dan visi misi madrasah dari nama MTsN Sumberagung menjadi MTsN 2 Bantul dan perubahan visi misi dari MUTIARA menjadi Ceria Berprestasi sehingga lirik pun mengalami penyesuaian.
Ada pun Link Video Mars MTsN 2 Bantul yang saat ini adalah sebagai berikut: http://bit.ly/3VxJG9Q
Adapun Liriknya:
“Mars MTsN 2 Bantul” (4/4 D’Marcia)
lagu&lirik: Heni Sulistyaningsih & Yulian Istiqomah, S.Pd.
Bhaktiku dan darmaku, selalu kucurahkan padamu
Beriman, beramal, dan berilmu, untukmu madrasahku
Mendidik putra-putri bangsa, Tuk mencapai cita-cita mulia
Berasas agama berdasar pancasila, Dan undang-undang dasar empat lima
Reff:
MTs Negeri 2 Bantul, Namamu kan smakin termasyur
MTs Negeri 2 Bantul, Karyamu kan smakin unggul
Kan kuingat sepanjang masa, Tertanam slalu di dalam dada
Majulah Matsandaba untuk slama-lamanya
Matsandaba Slalu jaya 2x
Himne MTsN 2 Bantul
Lagu Himne MTsN 2 Bantul ini lirik dan irama lagu sepenuhnya diciptakan oleh Yulian Istiqomah dengan bantuan arransement musik Dra. Heni Sulistyaningsih.
Adapun link Karya Video Lagu Himne MTsN 2 Bantul ini adalah sebagai berikut.
http://bit.ly/3EPNBrL
Sementara lirik dari lagu tersebut adalah sebagai berikut.
“Himne MTsN 2 Bantul” (4/4 Adante)
Lirik&Lagu : Yulian Istiqomah, S.Pd.
Berciri khas Islami, Madrasahku tercinta
Tempat belajar agama, Agar berjiwa mulia
Berprestasi dan kreatif, Cerdas trampil dan taqwa
Bersatu untuk meraih cita, Membangun Bangsa Indonesia
Reff:
MTs Negeri 2 Bantul, kubuat namamu semakin unggul
Harum ternama di mata duina, Unggul segala karya
Ikhlas beramal abdikan diri, Menata hati tuk tugas suci
wujudkan generasi Qur’ani, Matsandaba beraksi, dengan ridho Illahi.
Mars PWBM
PWBM merupakan kepanjangan dari Perkumpulan Wiyata Bakti Madrasah. PWBM ini adalah organisasi yang menampung para guru dan tendik wiyata bakti di lingkungan Kementerian Agama, Khususnya di di Daerah Istimewa Yogyakarta. Mars PWBM diciptakan sebagai penyemangat untuk dinyanyikan dalam setiap pertemuan rapat PWBM. Belum ada aransement khusus untuk lagunya. Saat menyanyikan dapat diiringi dengan keyboard atau gitar. Lagu ini diciptakan oleh Yulian Istiqomah dengan lirik yang begitu dalam maknanya.
Adapun link Karya Video Lagu Mars PWBM ini adalah sebagai berikut!
http://bit.ly/3XLC3ys
Adapun Liriknya adalah sebagai berikut:
MARS PWBM (Lirik/lagu: Yulian Istiqomah, S.Pd.)
Di bawah naungan Kementerian Agama, Persatuan Wiyata Bakti Madrasah berkarya
Profesionalitas kinerja terjaga, RA, MI, MTs, MA maju Bersama
Mendidik membina anak Indonesia, Selalu perduli dan selalu mengabdi,
Kritis dan tangguh semangat takkan runtuh, Pantang menyerah dan istiqomah
Reff:
PWBM beraksi dengan rindho Illahi, PWBM berkarya madrasah smakin jaya
Berlandaskan Al Qur’an hadist dan Pancasila, Bina karakter bangsa,
Ikhlas beramal tak pandang balas jasa,
Demi Indonesiaku jaya--- 3x
Lagu Kreasi Perpisahan (Kompilasi Lagu Daerah)
Lagu Kreasi Perpisahan ini merupakan kompilasi dari berbagai lagu daerah yang diubah liriknya disesuaikan dengan tema acara yakni Wisuda Purna Siswa. Lirik lagu diciptakan oleh Yulian Istiqomah, dengan pengiring Heni Sulistyaningsih.
Adapun Link Karya video Lagu Kreasi Perpisahan ini adalah sebagai berikut.
http://bit.ly/3EM6N9T
Sementara liriknya adalah sebagai berikut.
”Kreasi Lagu Daerah”
Lirik : Yulian Istiqomah, S.Pd. Arr. : Dra. Heni Sulistyaningsih
(Irama ‘Manuk Dadali’---2/4)
Wahai bapak ibu kawan-kawan semua, Selamat datang nikmatilah acaranya
Serah terima para siswa kelas tiga, Semoga terhibur dan pulang dengan bahagia
Bapak ibu guru kawan-kawan semua, Ijinkanlah kami menghibur anda semua
Meski gemetaran suara juga pas-pasan, Kami nyanyikan dengan penuh keikhlasan
(Irama ‘Cublak-cublak suweng’---4/4)
Bapak Ibu Guru, Yang kami muliakan, Juga kami banggakan
Trimakasih kuucapkan, Tuk ilmu yang kau berikan
Tak pernah kulupakan,Tak pernah kuabaikan
(Irama ‘Tul Jaenak’---4/4)
Madrasahku yang tercinta, Tempat ku tumbuh dewasa
Bekal ilmu dan agama, Membantuku meraih cita
(Irama ‘Cublak-cublak suweng’---4/4)
Kawanku semua, Ini dia saatnya, Mari kita berkarya
Tunjukkan pada dunia kita anak indonesia, Yang cerdas dan mulia
Yang bakti pada.... orang.... tu..a.....
(Irama ‘Gundul-gundul pacul’---4/4)
Kakakku semua, yang berbahagia, Kini usai sudah kita belajar bersama
Memnuntut ilmu memperdalam agama, Wujudkan asa di almamater kita
Janganlah malu dan jangan ragu, Teruslah maju menjadi nomor satu
Mengejar mimpi melangkah dengan pasti, Tetap berprestasi dengan ridho Illahi
(Irama ‘Cing cangkeling’---4/4)
Oh ingatlah janganlah kakak lupa, Dengan kami dan madrasah tercinta
Meski esok kau telah jauh di mata, Namun dalam hatiku kau slalu ada
Oh kakakku janganlah gundah gulana, Melangkahlah dengan binar bahagia
Teriring doa dari kami semua, Selamat jalan selamat menggapai cita.
Musikalisasi Puisi
Musikalisasi Puisi ini menyanyikan puisi yang berjudul ‘Nyanyian Tanah Air’, karya Saini KM. dan puisi karya Ahmadun Yosi Herfanda yang berjudul ‘Sembahyang Rumputan’. Musikalisasi puisi dinyanyikan oleh 3 siswa dan 2 siswa sebagai pemusik. Mereka adalah Zuliyani, Puja, Ismawati, Giyatno, dan Bagas. Musikalisasi ini dibuat dalam rangka mengikuli lomba musikalisasi puisi di MA Mafaza tingkat Se-DIY Jateng, dan berhasil memperoleh juara I.
Adapun Link Video Musikalisasi Puisinya adalah sebagai berikut.
http://bit.ly/3EW9tCa
Adapun Lirik Puisi yang dimusikalisasikan adalah sebagai berikut!
3. Karya Drama

DESKRIPSI KARYA VIDEO PEMENTASAN DRAMA
1. Pementasan Drama “Atas Nama Ibu”
Drama ini dipentaskan saat Pelepasan siswa kelas iX. Mengisahkan tentang seorang anak yang membunuh ibunya sendiri karena tidak tega melihatnya terus menderita karena sakitnya. Adapun Link Naskahnya adalah sebagai berikut! http://bit.ly/3OMIIEu
2. Pementasan Drama “Stress”
Drama ini dipentaskan saat Pelepasan siswa kelas Ix juga. Mengisahkan tentang seorang ayah yang terguncang jiwanya karena kehilangan anak dan istrinya dalam sebuah musibah. Adapun Link Naskahnya adalah sebagai berikut! http://bit.ly/3OKWoQt
3. Pementasan Drama “Tragedi Kalung Antik”
Mengisahkan tetang peristiwa yang sering terjadi di pasar dan tentang salah tangkap pencopet Kalung Antik. Adapun Link videonya adalah sebagai berikut: http://bit.ly/3gOGUym. Adapun Naskahnya dapat dilihat dengan klik link: http://bit.ly/3FdpGEh
4. Pementasan Drama “Karena Tuhan Sayang Padaku”
Mengisahkan tentang seoarang anak yang suka membolos sekolah dan menyia-yiakn perngorbanan orang tua yang akhirnya sadar dari kekhilafannya. Adapun video dari pementasan drama ini adalah http://bit.ly/3EQgh3U. Sedangkan file Naskahnya: http://bit.ly/3gOIfoS
5. Pementasan Drama “Jangan Panggil Aku Surti”
Mengisahkan tentang seorang anak yang sudah terpengaruh gaya hidup dan pergaulan remaja masa kini dan terjerumus dalam perseteruan sosial hingga meninggalkan orang tuanya. Link naskahnya adalah sebagai berikut. http://bit.ly/3Vz7g6c
6. Pementasan Drama “ Ustad KW”
Mengisahkan tentang seoarang ustad gadungan yang bertingkah tidak sepantasnya yang ternyata hanya orang yang tengah terganggu jiwanya. Aapun link Videonya: http://bit.ly/3GUreEf Sementara Naskah lengkapnya ada di link: http://bit.ly/3OR9Rq6
3. Karya Video Pembacaan Puisi
DESKRIPSI VIDEO PEMBACAAN PUISI
1. Pembacaan Puisi “Tidakkah Kita Wajib Bersyukur”
Sebuah puisi karya Yulian Istiqomah yang berjudul “Tidakkah Kita Wajib Bersyukur” dibacakan pada saat workshop Penulisan Puisi MGMP Bahasa Indonesia. Adapun Link Video Pembacaan Puisinya adalah sebagai berikut: http://bit.ly/3XH7oCy

TIDAKKAH KITA WAJIB BERSYUKUR
Karya: Yulian Istiqomah
Anakku, lihatlah...
Di sudut-sudut kota sana
anak-anak jalanan menengadahkan tangan
mengemis, mengamen, mencuri, merampok
hanya demi memenuhi hal perut lapar mereka
Dengarlah...
Di kolong-kolong jembatan sana
janda-janda netapa merintih pedih
mengais timbunan sampah hanya demi sesuap nasi
untuk mebungkam tangis kelaparan anak-anak mereka
Perhatikanlah...
Di persimpangan jalan sana
para ayah susah payah, membasuh peluh
mengabaikan teriakan letih tubuh mereka
menegakkan perut lapar mereka
berjuang menaklukkan hari
pulang membawa nasi bungkus impian anak-anak mereka
Tapi lihatlah jua yang di sana...
Orang-orang berseragam itu,
yang hanya duduk berpangku tangan, membaca koran
menghabiskan waktu dan pulang sebelum jam satu
namun selalu tepat waktu mengantri setiap tanggal satu
dengan binar mata yang berkata, ini HAKku!
Dengarlah jua...
Mulut-mulut yang mencibir makanan kampung
yang disajikan dengan penuh tetesan peluh
yang mengerang kala perut tak terpuaskan
dan mengaum kala harta tak terbagi samarata
Duhai anakku...
Apa yang telah kita punya ketika kita lahir dari rahim ibunda?
Apa yang akan kita miliki ketika kita mati dan dikubur nanti?
Tidakkah kita wajib bersyukur?
2.Kolaborasi Pembacaan Puisi dan lagu Terima Kasihku
Sebuah performance yang merupakan kolaborasi dari tim paduan suara yang membawakan lagu yang berjudul Terima Kasihku, dipadukan dengan pembacaan puisi dengan tema senada yang berjudul Terima Kasih Guruku.
Link Video Kolaborasi tersebut adalah sebagai berikut. http://bit.ly/3gJOgDa
PUISI: TERIMA KASIH GURUKU (Karya: Yulian Istiqomah)
Terima kasih guruku….
Tlah kau belai aku dengan kasihmu
Tlah kau runtuhkan dinding kebodohanku
Lalu… kau selimuti aku dengan ilmumu
Terima kasih guruku….
Hatiku mengharu biru merasakan ketulusanmu
Darahku mengalir deras melihat semangatmu
Langkahku semakin tegap berkat bimbinganmu
Dan… senyumku pun selalu terpahat di wajahku
kala kudengar kata-kata bijak mengalun lembut dari bibirmu
Terima kasih guruku….
Tak akan kulewatkan waktu
Tanpa mengenangmu…
4. Karya Video untuk Madrasah
5. Karya Tulisan yang diterbitkan
No | Judul Karya | Jenis | Judul Buku Antologi | Penerbit | TH |
1 | Bengkel Iman | Puisi | Aquarium dan Delusi | Bebuku Publisher | 2017 |
2 | Bengkel Iman | Puisi | Baju Baru Untuk Puisi dan Hal-Hal yang Belum Kita Mengerti | Bebuku Publisher | 2017 |
3 | Bukan Fatamorgana | Puisi | Spasi | Elunar Publisher | 2017 |
4 | Sajak Untuk Bapak Negeriku | Puisi | Siluet Asa | Inspirator Academy | 2017 |
5 | Duka Lara Pancasila | Puisi | Siluet Asa | Inspirator Academy | 2017 |
6 | Perempuan Berlabel Wanita | Puisi | Siluet Asa | Inspirator Academy | 2017 |
7 | Warna Indonesia | Puisi | Siluet Asa | Inspirator Academy | 2017 |
8 | Bendera Setengh Tiang | Puisi | Siluet Asa | Inspirator Academy | 2017 |
9 | Ibuku Kunci Surgaku | Puisi | Repertoar Perempuan | Pergumapi | 2018 |
10 | Perempuan Tak Berselendang | Puisi | Repertoar Perempuan | Pergumapi | 2018 |
11 | Sang Pelita Bagi Bumi Putera | Puisi | Repertoar Perempuan | Pergumapi | 2018 |
12 | Akhir Sebuah Penantian | Puisi | Setelah Pertemuan | Jendela Sastra Indonesia | 2018 |
13 | Senja di Goa Cemara | Puisi | Sebuah Cerita Tentang Sepi | Jendela Sastra Indonesia | 2018 |
14 | Menunggumu | Puisi | Kisah Lain Adam dan Hawa | Jendela Sastra Indonesia | 2018 |
15 | Sertifikasi: Tujangan /gaji | Artikel | Merah Putih sertifikasi Guru | Pergumapi | 2018 |
16 | Kidung Rindu | Puisi | Terumbu Karang Rindu | Jendela Sastra Indonesia | 2019 |
17 | Garengpon | Cerpen | Pekasam | PERGUMAPI | 2020 |
18 | Kembalilah pada Al Quran | Puisi | Aksara Rindu | CV.Pustaka Tunggal | 2020 |
19 | Aku Pasti Bisa | Cerpen | Di Balik Sosok Kartini Kementerian Agama DIY | Samudra Biru | 2020 |
20 | Ada Bungah dalam Musibah | Cerpen | Terbanglah Bersama Cita-citamu | Azkiya Publishing | 2020 |
21 | Guru Online Juga Keren | Esai | Mengabdi untuk Negeri | Azkiya Pulishing | 2020 |
22 | Risoles Non Wolles | Cerpen | Cerita di Balik Makanan | Azkiya Publishing | 2020 |
23 | Dalam Buaian Hujan | Puisi | Romansa Menunggu | CV. Jendela Sastra Indonesia | 2020 |
24 | Belajar Ikhlas | Kisah | Ketika Guru Berbagi Pengalaman | Azkiya Publishing | 2020 |
25 | Ayah Hebatku | Kisah | Ayah | Azkiya Publishing | 2020 |
26 | Muara Kasihmu, Ibu | Kisah | Ibu | Azkiya Publishing | 2020 |
27 | Tangan-tangan Hijau | Puisi | Yang Tersisa Tentang Aksara | CV. Jendela Sastra Indonesia | 2020 |
28 | Binar Asa Anak Didik Kita | Puisi | Deru Debu Guru | PT Zona Media Mandiri | 2020 |
29 | Optimalisasi Peran Wali Kelas dalam Pembelajaran Online di Era Covid-19 | Artikel | Teropong Pendidikan | Azkiya Publishing | 2020 |
30 | Trik Lejitkan Motivasi di Era Pandemi | Esai | Lomba Esai Nasional (Juara III) | Ruang Siar Guru | 2020 |
31 | Ladang Pahala | Opini | Harmoni Keluarga | Azzkiya Publshing1 | 2021 |
32 | Letihmu untuk Anakmu | Opendafar | Bianglala | PT ZONA MEDIA MANDIRI | 2021 |
33 | Budidaya Pohon Literasi Trik Lejitkan Kreativitas Siswa | Opini | Lentera Madsandaba | Nyalanesia | 2021 |
34 | PANTUN Pesona Wanita | Pidato | Bingkisan Seribu Pantun untuk Guru | Sastra Book | 2021 |
35 | Menulis Esay itu mudah | Opini | Sepenggal Kenangan Bersama Siswa | Rumah Karya | 2021 |
36 | Belajar dari Gurunya Guru | Kisah | Rindu Tak Bertepi untuk Ayah | Farha Pustaka | 2021 |
37 | Trik Lejitkan Motivasi di Era Pandemi | ESAY | Berani Beradaptasi | Farha Pustaka | 2021 |
38 | Taman Cinta di Rumah Tua | Cerpen | Ragam Kisah di Bawah Pohon Munggur | SIP Publishing | 2022 |
39 | Sajak Sendu Indonesiaku | Puisi | Sulaman Kata di Bawah Pohon Munggur | SIP Publishing | 2022 |
40 | Inikah Rasanya | Puisi | Sulaman Kata di Bawah Pohon Munggur | SIP Publishing | 2022 |
41 | Pantaskah Aku Bahagia | Puisi | Sulaman Kata di Bawah Pohon Munggur | SIP Publishing | 2022 |
42 | Terapi Hati | Puisi | Sulaman Kata di Bawah Pohon Munggur | SIP Publishing | 2022 |
43 | Budak Emosi | Puisi | Sulaman Kata di Bawah Pohon Munggur | SIP Publishing | 2022 |
44 | Ilustrasi Emosi | Puisi | Sulaman Kata di Bawah Pohon Munggur | SIP Publishing | 2022 |
45 | Matsandaba di Hatiku | Kisah | Kado 77 Tahun Kementerian Agama | Penerbit Samudera Biru | 2023 |
46 | Nyewu | Cerkak | Majalah Mentaok | Dinas Kebudayaan Kabupaten Bantul | 2024 |