Tak dapat dipungkiri, Idulfitri atau lebaran identik dengan serba baru. Sebut saja pakaian, perabot, dekorasi baru hingga bingkisan atau hampers untuk kerabat maupun sahabat. Hal ini tentu menyebabkan transaksi jual beli di bulan Ramadan baik offline maupun online meningkat dibandingkan bulan lainnya. Biasanya, puncak peningkatan transaksi jual beli terkhusus secara offline terjadi pada 10 hari jelang lebaran. Belanja lebaran ini sering membuat masyarakat kalap bahkan lupa waktu untuk memperbanyak ibadah dan bersedekah di 10 hari terakhir bulan Ramadan.
Diriwayatkan oleh ‘Aisyah radhiyallahu anha, “Rasulullah sangat bersungguh-sungguh beribadah pada 10 hari terakhir (bulan Ramadan), melebihi kesungguhan beribadah di selain (malam) tersebut.” (HR. Muslim). Dari hadis ini dapat kita ketahui bahwa Rasulullah SAW yang dijamin masuk surga oleh Allah SWT pun lebih giat beribadah di 10 hari terakhir. Salah satu keutamaannya yakni turunnya malam Lailatul Qadar, malam mulia yang bernilai lebih dari 1000 bulan. Bertolak dari hal tersebut, seyogyanya kaum muslimin fokus dalam beribadah dalam 10 hari terakhir di bulan Ramadan. Banyak cara dapat dilakukan, seperti lebih khusyuk sholat, memperbanyak dzikir, meningkatkan sedekah, i’tikaf di masjid, maupun memperbanyak ilmu dalam majlis taklim.
Lalu bagaimana cara agar kebutuhan lebaran terpenuhi tanpa banyak menyita waktu untuk berbelaja? Di jaman yang serba digital ini, banyak marketplace online yang memberikan penawaran menarik. Kemudahan cara berbelanja online ini juga sudah banyak diketahui masyarakat. Adanya Layanan Cash on Delivery (COD) memudahkan pembeli yang tidak memiliki mobile banking. COD adalah metode pembayaran yang dilakukan secara langsung di tempat, setelah pesanan dari kurir diterima oleh pembeli. Layanan ini diminati sebab pembeli dapat memastikan produk yang diterima sesuai pesanan, juga memberikan rasa aman. Beragam promo menarik, seperti kupon gratis ongkir, diskon, chasback, dan poin juga sering ditawarkan oleh platform belanja online.
Keuntungan berbelanja online lainnya yakni menjadikan pengeluaran di bulan Ramadan lebih hemat. Kalap dalam berbelanja tidak akan terjadi sebab segala sesuatunya sudah terencana dan diperhitungkan dengan baik. Pembeli dapat membandingkan harga dengan melihat harga produk pada beberapa toko online sebelum membeli. Pembeli juga dapat mengetahui kualitas produk dari testimoni produk dari para pembeli yang disertai dengan foto maupun video. Pembeli hanya perlu mencari produk yang diminati dalam toko online, kemudian checkout produk, dan tinggal menunggu barang diantarkan kurir ke rumah. Dengan demikian, Belanja online ini dapat kita jadikan solusi agar kita dapat memiliki banyak waktu untuk fokus beribadah jelang lebaran atau 10 hari terakhir di bulan Ramadan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar