Oleh: Yulian Istiqomah
Semerbak wangi bunga di atas pusara
Sejarah mencatat kepergian bunga bangsa
Dua puluh lima usianya, begitu muda, begitu berharga
Di tanah afdeling Jepara ia memulai perjuangannya
Pemikiran tajam jauh melampaui masa
Rasa logika demikian peka
Taat adat, agama, dan budaya
Kala perempuan direndahkan di negerinya
Duka lara tumbuh subur di hatinya
Menggeram dalam diam meski asa tersulam
Dalam pingitan ia rangkai angan dan impian
Dalam suratnya ia bertekad mengubah nasib bumi putera
Ilmu bak hal mutlak yang perlu ia tahu
Dalam terungku semangat berkobar terus maju
Membebaskan perempuan dari belenggu
Merintis jalan menuju zaman baru
Dari ada hingga tiada Kartini tetaplah dikenang
Habis gelap terbitlah terang
Begitulah peran sang pelita di hati para pejuang
Bantul, 21 April 2024
Tidak ada komentar:
Posting Komentar