Kamis, 17 Oktober 2024

Sang Pelita Bagi Bumi Putera

 Oleh: Yulian Istiqomah

 

Semerbak wangi bunga di atas pusara

Sejarah mencatat kepergian bunga bangsa

Dua puluh lima usianya, begitu muda, begitu berharga

 

Di tanah afdeling Jepara ia memulai perjuangannya

Pemikiran tajam jauh melampaui masa

Rasa logika demikian peka

Taat adat, agama, dan budaya

 

Kala perempuan direndahkan di negerinya

Duka lara tumbuh subur di hatinya

Menggeram dalam diam meski asa tersulam

Dalam pingitan ia rangkai angan dan impian

Dalam suratnya ia bertekad mengubah nasib bumi putera

 

Ilmu bak hal mutlak yang perlu ia tahu

Dalam terungku semangat berkobar terus maju

Membebaskan perempuan dari belenggu

Merintis jalan menuju zaman baru

 

Dari ada hingga tiada Kartini tetaplah dikenang

Habis gelap terbitlah terang

Begitulah peran sang pelita di hati para pejuang

 

Bantul, 21 April 2024

Tidak ada komentar:

Posting Komentar