Menulis adalah salah
satu keterampilan berbahasa yang rata-rata tidak disukai oleh siswa, apalagi
menulis karya ilmiah. Mendengar istilah karya ilmiah saja sudah membuat para
siswa ketakutan. Benak mereka sudah dipenuhi berbagai penelitian yang menyita
waktu, analisis data yang rumit, juga bahasa dan ejaan yang baku. Hal ini
tampat tidak menarik bagi mereka yang sudah terbiasa dengan bahasa media sosial
yang santai atau terkadang terkesan semaunya.
Hal inilah yang membuat
OSIS MTsN 2 Bantul atau MTsN Sumberagung mengajak beberapa guru bahasa yang
mengampu ekstrakulikuler seperti jurnalistik untuk bersama-sama mengubah pola
pikir siswa tentang karya ilmiah. Oleh karena itu, dipilihlah sebanyak 20 siswa
perwakilan dari kelas VII dan VIII MTsN 2 Bantul untuk mengikuti Workshop
Penulisan Karya Ilmiah Remaja (KIR) yang diselenggarakan madrasah pada Senin
(12/06) lalu. Adapun tujuan utama diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk
meningkatkan keterampilan menulis dan prestasi siswa.
“Dengan diadakannya
Workshop Penulisan Karya Ilmiah ini, harapan kami para siswa dapat termotivasi
untuk menulis dan mengikuti kompetisi-kompetisi ilmiah, sehingga kelak dapat
menuai prestasi,” ungkap Kepala Madrasah, Hj. Sri Pangatun, S.Pd. M.S.I. ketika
memberikan sambutan di ruang Laboratorium IPA MTsN 2 Bantul, tempat
diselenggarakannya workshop.
Materi pertama
berlangsung meriah bersama narasumber Drs. Ahmad Arief Ma’ruf, MA. M.Si., yang
meyakinkan para peserta workshop bahwa menulis karya ilmiah itu mudah. Para
siswa hanya perlu bermimpi untuk menjadi orang besar. “Semakin nyata mimpi itu
di dalam angan kita, maka semakin besar keinginan kita untuk mewujudkannya.
Usaha yang sungguh-sungguh pun akan mudah dikerahkan untuk mencapainya,”
jelasnya.
Antusiasme peserta semakin
tampak nyata ketika mereka mendapatkan berbagai informasi lomba yang dapat mereka
ikuti dalam waktu dekat dari narasumber yang saat ini juga aktif membimbing KIR
di madrasahnya ini. Para peserta mulai bermimpi untuk menjadi pemenang dalam
kontes-kontes menulis yang diselenggarakan tersebut. Untuk mencapai itu,
pertama peserta dituntun untuk memahami bagaimana cara membuat essai dan karya ilmiah
yang praktis, sehingga karya ilmiah yang selama ini mereka anggap sulit menjadi
tampak lebih mudah dan menyenangkan. Menurutnya, tidak perlu terlalu muluk
mencari ide tulisan. Justru dari hal yang sederhana dibuat menjadi karya yang
luar biasa.
Berkaitan dengan materi
yang pertama, materi kedua pun tidak kalah serunya. Bersama narasumber Ely
Widyawati, S.Pd., para siswa diajak untuk lebih peka terhadap lingkungan
sekitar. Belajar dari alam. Dengan belajar dari alam atau lingkungan sekitar, tentu
akan lebih mudah mendapatkan ide-ide tulisan yang bermanfaat untuk masyarakat. Peserta
workshop pun akhirnya diminta untuk menuliskan ide mereka yang berkaitan dengan
alam. Berbagai tema unik pun bermunculan, sehingga meskipun sedang berpuasa
para peserta ini masih semangat memikirkan ide-ide mereka. Mereka pun mendapat
tugas mandiri untuk mengembangkan ide yang telah mereka tuliskan, dan ide ini
harus sudah menjadi sebuah essai pada pertemuan selanjutnya.
“Kami harap dengan
mengikuti workshop ini, para siswa menjadi lebih kritis dan peka, sehingga
lebih banyak lagi ide-ide yang bisa dijadikan bahan tulisan. Semoga ke depannya
bisa menuai prestasi yang diimpikan,” harapan pembina OSIS, Imam Syamroni,
S.Pd. M.Sc. kepada peserta saat menutup kegiatan workshop.
Sementara itu, Yulian
Istiqomah, S.Pd. guru Bahasa Indonesia sekaligus pembimbing klub jurnalistik
madrasah menjelaskan bahwa kegiatan ini akan berlanjut dengan pendampingan dan
pembinaan selama proses penulisan karya ilmiah para peserta ke depannya.
Seluruh karya para peserta workshop ini akan dibukukan menjadi sebuah antologi essai
atau karya ilmiah lainnya. Semua ini dirintis demi mewujudkan impian MTsN 2
Bantul sebagai madrasah literasi. (yl)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar