Jumat, 03 November 2017

MENABUR MIMPI DEMI MENUAI PRESTASI

Menulis adalah salah satu keterampilan berbahasa yang rata-rata tidak disukai oleh siswa, apalagi menulis karya ilmiah. Mendengar istilah karya ilmiah saja sudah membuat para siswa ketakutan. Benak mereka sudah dipenuhi berbagai penelitian yang menyita waktu, analisis data yang rumit, juga bahasa dan ejaan yang baku. Hal ini tampat tidak menarik bagi mereka yang sudah terbiasa dengan bahasa media sosial yang santai atau terkadang terkesan semaunya.
Hal inilah yang membuat OSIS MTsN 2 Bantul atau MTsN Sumberagung mengajak beberapa guru bahasa yang mengampu ekstrakulikuler seperti jurnalistik untuk bersama-sama mengubah pola pikir siswa tentang karya ilmiah. Oleh karena itu, dipilihlah sebanyak 20 siswa perwakilan dari kelas VII dan VIII MTsN 2 Bantul untuk mengikuti Workshop Penulisan Karya Ilmiah Remaja (KIR) yang diselenggarakan madrasah pada Senin (12/06) lalu. Adapun tujuan utama diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menulis dan prestasi siswa.
“Dengan diadakannya Workshop Penulisan Karya Ilmiah ini, harapan kami para siswa dapat termotivasi untuk menulis dan mengikuti kompetisi-kompetisi ilmiah, sehingga kelak dapat menuai prestasi,” ungkap Kepala Madrasah, Hj. Sri Pangatun, S.Pd. M.S.I. ketika memberikan sambutan di ruang Laboratorium IPA MTsN 2 Bantul, tempat diselenggarakannya workshop.
Materi pertama berlangsung meriah bersama narasumber Drs. Ahmad Arief Ma’ruf, MA. M.Si., yang meyakinkan para peserta workshop bahwa menulis karya ilmiah itu mudah. Para siswa hanya perlu bermimpi untuk menjadi orang besar. “Semakin nyata mimpi itu di dalam angan kita, maka semakin besar keinginan kita untuk mewujudkannya. Usaha yang sungguh-sungguh pun akan mudah dikerahkan untuk mencapainya,” jelasnya.
Antusiasme peserta semakin tampak nyata ketika mereka mendapatkan berbagai informasi lomba yang dapat mereka ikuti dalam waktu dekat dari narasumber yang saat ini juga aktif membimbing KIR di madrasahnya ini. Para peserta mulai bermimpi untuk menjadi pemenang dalam kontes-kontes menulis yang diselenggarakan tersebut. Untuk mencapai itu, pertama peserta dituntun untuk memahami bagaimana cara membuat essai dan karya ilmiah yang praktis, sehingga karya ilmiah yang selama ini mereka anggap sulit menjadi tampak lebih mudah dan menyenangkan. Menurutnya, tidak perlu terlalu muluk mencari ide tulisan. Justru dari hal yang sederhana dibuat menjadi karya yang luar biasa.
Berkaitan dengan materi yang pertama, materi kedua pun tidak kalah serunya. Bersama narasumber Ely Widyawati, S.Pd., para siswa diajak untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Belajar dari alam. Dengan belajar dari alam atau lingkungan sekitar, tentu akan lebih mudah mendapatkan ide-ide tulisan yang bermanfaat untuk masyarakat. Peserta workshop pun akhirnya diminta untuk menuliskan ide mereka yang berkaitan dengan alam. Berbagai tema unik pun bermunculan, sehingga meskipun sedang berpuasa para peserta ini masih semangat memikirkan ide-ide mereka. Mereka pun mendapat tugas mandiri untuk mengembangkan ide yang telah mereka tuliskan, dan ide ini harus sudah menjadi sebuah essai pada pertemuan selanjutnya.
“Kami harap dengan mengikuti workshop ini, para siswa menjadi lebih kritis dan peka, sehingga lebih banyak lagi ide-ide yang bisa dijadikan bahan tulisan. Semoga ke depannya bisa menuai prestasi yang diimpikan,” harapan pembina OSIS, Imam Syamroni, S.Pd. M.Sc. kepada peserta saat menutup kegiatan workshop.

Sementara itu, Yulian Istiqomah, S.Pd. guru Bahasa Indonesia sekaligus pembimbing klub jurnalistik madrasah menjelaskan bahwa kegiatan ini akan berlanjut dengan pendampingan dan pembinaan selama proses penulisan karya ilmiah para peserta ke depannya. Seluruh karya para peserta workshop ini akan dibukukan menjadi sebuah antologi essai atau karya ilmiah lainnya. Semua ini dirintis demi mewujudkan impian MTsN 2 Bantul sebagai madrasah literasi. (yl)





Tidak ada komentar:

Posting Komentar