Karya: Yulian Istiqomah
Terbayang binar mata letihnya berselimut air mata
Terbayang binar mata letihnya berselimut air mata
Ribuan impian kandas
tertindas amukkan massa
Hanya tersisa asa yang menorehkan luka
Bagai terdengar rintih pedih dari bibirmu
Kala amarah berkobar di mata anak-anakmu
Kala seribu makian mereka lontarkan untukmu
Kala jejak prestasimu untuk negeri tak membantumu
Kala hati mereka enggan terjamah oleh kasihmu
Kala langkah mereka tak ingin sejalan dengan perjuanganmu
Kala tendensi pribadi mewarnai nurani jutaan rakyatmu
Kala asa untuk bangsa masih menggelora di dadamu
Aku tahu waktu tidurku jauh lebih lama darimu
Aku tahu upayaku tak sebesar upayamu
Aku tahu seluruh waktuku hanya milikku
Aku tahu seluruh waktumu adalah milik Indonesiaku
Aku tahu bebanku tak seberat bebanmu
Aku tahu kau bahkan tak berhak bermimpi untuk hidupmu
Aku pun tahu kau berniat mengubah potret buram wajah
negerimu
Bapak negeriku
Aku hanya satu di antara jutaan rakyat awam Indonesiaku
Ingin kutiupkan
semangatku untukmu
Ingin kubisikkan
doa-doaku dalam lelapmu
Ingin kumelangkah sejalan
denganmu
Bapak negeriku
Meski seribu lubang membuatmu terjerembab
Aku tak ingin matamu sembab
Aku ingin kau tetap tegap
Jangan berhenti berharap
Aku ingin kau percaya
Indonesia kan sejahtera nantinya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar